Kenapa Harus Memilih Abdi Yusrizal?

10 months ago Opini


Oleh : Herman Husni*


Tahun 2004 sampai 2009 Nagan Raya memiliki 3 anggota DPRK kritis. Tapi dari ketiga anggota dewan yang berani dan kritis itu ada seorang anak muda yang terpilih mewakili masyarakat dapil 1. Bahkan ia jauh lebih berani dan kritis dari dua anggota dewan yang lebih tua darinya itu. Sehingga ia pernah diancam dan diperingatkan agar jangan terlalu kritis dan diam saja. Namun pemuda itu justru semakin kritis dan membongkar soal anggaran sehingga membuat sejumlah pihak panik kala itu. Pemuda itu adalah Abdi Yusrizal. 


Abdi Yusrizal merupakan salah satu jebolan Abulyatama. Mantan aktivis kampus ini merupakan anak salah satu tokoh di Seunagan. Ia sempat membuat Nagan Raya gempar dengan membuka dan membedah seluruh anggaran daerah dan bahkan termasuk gajinya. Saat itu 'Balee Duek Pakat' yang merupakan aula terbesar di Nagan Raya penuh sesak dengan undangan oleh Abdi Yusrizal agar masyarakat terbuka matanya supaya tau kemana aliran anggaran digunakan oleh pemerintah. Kenapa Abdi sedemikian kritis? Itu karena ia tidak mengharap ada anggaran untuknya dan dia tidak takut jika hak aspirasinya dijegal. Abdi tidak peduli. Yang ia tau bagaimana fungsinya sebagai dewan ia gunakan sepenuhnya untuk mengawal pemerintahan. 


Sayangnya pemilih Nagan Raya terlalu pragmatis dan ada pihak yang merasa sikap kritis Abdi Yusrizal akan menjadi ancaman bagi mereka. Sehingga pada pemilu legislatif tahun 2009 Abdi Yusrizal tidak terpilih lagi dan hasilnya tidak pernah ada lagi yang membuka mata masyarakat dan berani menelanjangi aliran anggaran daerah. Masyarakat sepertinya lebih menyukai 'serangan fajar' dari pada memilih putra terbaik daerah mereka untuk menyuarakan suara rakyat.


Pemilu 17 April nanti Abdi Yusrizal maju kembali. Ia tak pernah menyerah untuk mengkritik pemerintah walaupun bukan anggota legislatif. Tapi Abdi tau benar bahwa lewat lidah seorang legislatif kekuatan suaranya jauh lebih kuat mengawal pemerintahan. Masyarakat mesti tau, jika ingin mengawal anggaran daerah lebih 1 triliun setiap tahunnya, mereka harusnya memilih seorang anggota dewan sepintar dan sekritis Abdi Yusrizal. Biar mata masyarakat dibuka dan pemerintah dikawal dengan sikap kritisnya.


*Penulis adalah pemerhati sosial dan masyarakat. 

Trending Post

Iklan

Category Archive