Mengenal Teuku Mursalin, Caleg DPRA Dapil 10 Dari PKS

10 months ago Opini


Oleh : Rifan Ahmadi*


Teuku Mursalin, SH., M.Kn lahir di Keudee Linteung pada 26 mei 1960. Mantan advokat yang juga seorang notaris (PPAT) di Nagan Raya ini merupakan anak dari H. Teuku Nurdin Basyah (Alm) dan Hj. Cut Dariyah dan juga cucu atau cicit dari Teuku Dek Nyak Dhien dan Tgk. Cik Dikila Nagan Raya. Masa kecil dan remajanya banyak ia habiskan dikampung halaman Keudee Linteung. 


Dari tahun 1973 sampai 1976 Teuku Mursalin mengecap pendidikan MIN dan Mts AIN Keudee Linteung. Baru kemudian setelah menamatkan pendidikan di MAN Meulaboh tahun 1980, Teuku Mursalin masuk ke Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala dan lulus tahun 1987. Teuku Mursalin merupakan pemuda yang sangat aktif berorganisasi kala itu. Bahkan ia memimpin PII Fakultas Hukum antara dari 1985 hingga 1987. 


Bersama teman-teman seperjuangannya ia mengadakan kajian-kajian keislam di Kampus Unsyiah. Hanya berselang dua tahun setelah lulus dari Fakultas Hukum Unsyiah, Teuku Mursalin kemudian diangkat menjadi pengacara atau penasehat hukum. Menariknya, dua tahun sebelum diangkat menjadi pengacara, Teuku Mursalin sempat menjadi Ketua Bidang Bidang Kaderisasi PII Aceh dari tahun 1987 hingga 1989. Ini menjadi catatan khusus yang menggambarkan dimana Teuku Mursalin merupakan sosok yang sangat produktif. 


Menurut sejumlah sumber, harusnya Teuku Mursalin memiliki karir yang sangat cemerlang ketika berada di ibu kota provinsi. Namun seorang tokoh Aceh Barat Raya kala itu meminta kesediaan Teuku Mursalin untuk pulang ke Aceh Barat membantu membangun daerah. Sebagai salah satu kader terbaik PII, Teuku Mursalin tetap produktif dalam hal organisasi meskipun tidak lagi di Banda Aceh. Teuku Mursalin bersama tokoh Aceh Barat merintis pendirian Fakultas Hukum pertama sekali dipantai Barat Selatan Aceh yaitu Fakultas Hukum Muhammadiyah Lokal Meulaboh dan tahun 1994 hingga 1997 Teuku Mursalin menjadi sekretaris Fakultas. 


Ketika pecah reformasi, tahun 1998 Amien Rais bersama sejumlah tokoh nasional mendirikan Partai PAN. PAN kala itu merupakan partai yang paling bersinar di Indonesia karena dipimpin oleh tokoh utama reformasi. Menyambut gegap gepita reformasi, Teuku Mursalin dipercayakan menjadi sekretaris PAN Aceh Barat (saat itu belum lahir Kabupaten Nagan Raya). Saat pemilu pertama paska Reformasi tahun 1999 Teuku Mursalin menjadi Ketua Panitia Pemilihan Daerah Tingkat II Aceh Barat (PPD II) dan menjadi yang pertama se-nasional memberikan laporan penyelenggaraan sehingga mendapatkan penghargaan Nasional kala itu. Pada pemilu itu pula Teuku Mursalin dilantik menjadi Anggota DPRD TK II Aceh Barat lalu menjadi ketua komisi A pada dari tahun 2000 sampai 2002. 


Ketika terjadi pemekaran Kabupaten Nagan Raya, Teuku Mursalin merupakan salah satu panitia yaitu ketua bidang Hukum. Maka tahun 2003 sampai dengan tahun 2004 Teuku Mursalin menjabat sebagai wakil ketua DPRD Kabupaten Nagan Raya. Tak hanya sebagai politisi, dari tahun 2009 sampai 2010 beliau aktif sebagai dosen Fisipol Universitas Teuku Umar dan pada tahun itu pulang beliau terpilih sebagai ketua Keluarga Besar PII (KB PII) Aceh Barat hingga sekarang. Sambil terus membina salah satu organisasi islam terbesar di Indonesia itu, Teuku Mursalin juga menjabat sebagai ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Nagan Raya (ICMI) dari 2015 sampai sekarang. 


Sebagai pribadi yang disiplin dan piawai dalam bidang hukum juga aktif dalam organisasi, Teuku Mursalin sangat sering mendapatkan penghargaan. Teuku Mursalin dikenal dengan pribadinya yang teguh dengan prinsip kebenaran dan tidak kenal kompromi. Sejak muda Teuku Mursalin telah melalui banyak rintangan dan ancaman namun sikap teguhnya atas prinsip keadilan dan kejujuran membuat ia kritis atas apapun. Ini bisa dilihat dari jejak digital maupun arsip media massa atas sikap Teuku Mursalin membela yang dianggapnya benar dan menolak yang bukan haknya. 


Sejujurnya rakyat butuh orang yang mewakili mereka di Dewan Perwakilan Rakyat yang punya prinsip dan teguh memperjuangkan keadilan seperti Teuku Mursalin. Seperti yang diketahui, Teuku Mursalin akan kembali masuk dalam kontestasi politik melalui partai PKS dapil 10 (Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya dan Simeulu) 17 April nanti setelah sekian lama tidak aktif lagi dalam politik. Tujuannya sangat mulia, yakni ingin memperjuangkan dan menyuarakan agar keadilan ditegakkan setegak-tegaknya! 



*Penulis Merupakan Pegiat di Rumah Aspirasi Rakyat (RASPIRAT) 



Trending Post

Iklan

Category Archive