Di Saat Krisis Pandemi, Pemerintah Nagan Raya Malah Belanja Mobil Mewah
Indonesia kini masih berjuang melawan Corona Virus Diseanse 19 (covid 19) indonesia saat ini berada di peringkat 1 yang terdampak oleh virus korona dikutip dari data web covid19.gi.id jumlah yang terpapar covid 19 saat ini di Indonesia mencapai 2.877.476. Sehingga dengan melonjak nya kasus covid 19 tersebut pemerintah membuat kebijakan yaitu tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
Dengan penerapan PPKM yang dilakukan oleh pemerintah tidak hanya daerah Jawa yang merasakannya, kebijakan tersebut juga dirasakan oleh masyarakat Aceh khususnya Nagan Raya.
Nagan Raya adalah salah satu kabupaten yang ada di Aceh yang merasakan dampak dari Covid 19. Mengenai hal tersebut, seperti yang dinyatakan oleh Jubir Satgas Penanganan Covid 19 di kabupaten Nagan Raya yang menjelaskan bahwa jumlah total pasien positif di Nagan Raya tercatat 302 orang.
Dengan meningkatnya kasus tersebut, banyak razia yang dilakukan untuk mencegah penyebaran virus tersebut sehingga yang sangat merasakan dampak nya adalah masyarakat, pedagang-pedagang kecil, maupun kafe. bahkan berdampak kepada perekonomian masyarakat secara umum.
Dalam permasalahan ini seharusnya pemerintah daerah khususnya pemerintah Nagan Raya lebih memperhatikan masyarakat agar tetap menjalankan usahanya sebagaimana mestinya, sehingga roda perekonomian masyarakat tidak terhenti dan terus berputar, apalagi hari selasa tanggal 20 Juli nanti masyarakat akan merayakan Hari Raya Idul Adha pasti sangat membutuhkan lebih banyak lagi finansial untuk membeli kebutuhan pada hari raya.
Masyarakat sangat kecewa dan menyayangkan sikap Pemerintah Nagan Raya yang seharusnya lebih memprioritaskan masyarakat agar roda perekonomian lebih stabil dan fokus kepada penanganan covid 19 yang lebih efektif, namun di kecewakan dengan berita bahwa Pemerintah akan membeli fasilitas mobil mewah dengan harga 1,7 Miliar. Berita tersebut kami dapat dari LSPE Nagan Raya.
ketua AP3RASKIN sangat prihatin melihat data transparansi elektronik tersebut yang mana di data itu tertera data angka 1.7 Miliar hanya untuk mobil dinas bupati.
padahal jika anggaran itu di gunakan untuk kepentingan rakyat baik dalam segi ekonomi maupun untuk rakyat miskin Nagan Raya, anggaran sebesar itu sangat lah bearti.
Dan jika anggaran itu di gunakan untuk rehab dan mebangun rumah masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan, itu lebih bermanfaat. Padahal jauh-jauh hari AP3RASKIN sudah menyerahkan data masyarakat Nagan Raya yang tinggal di rumah tak layak huni langsung kepada Bupati Nagan raya pada bulan maret 2020 yang lalu. Namun Bapak nomor 1 Nagan Raya itu mangatakan bahwa saat itu semua anggaran difokuskan untuk penanganan covid19.
Kita berharap Pemerintah Nagan Raya baik eksekutif dan legislatif lebih bijak dalam mengunakan uang rakyat.