Aceh Masih Krisis Investor, Yahdi Hasan : Mari Kita Tingkatkan Trust!
Selapost.com, Banda Aceh - Beberapa hari lalu, tepatnya tanggal 7 oktober 2021 salah satu akademisi sekaligus pengamat ekonomi di Aceh berbicara di salah satu media online, yaitu Dr. Taufik Abdul Rahim yang mengatakan bahwa investasi di Aceh masih lemah. Dia menilai segala usaha mengejar investasi di Aceh tidak didukung aturan dan praktik nya masih sangat lemah.
“Selama ini, yang menikmati keuntungan seluruh basis perekonomian Aceh itu adalah Medan, Sumatera Utara,” kata Taufik
Yahdi Hasan, anggota komisi II, Fraksi Partai Aceh di DPRA, yang membidangi perekonomian, pertanian, sumber daya alam, dan lingkungan hidup menanggapi persoalan investasi di Aceh.
"Kini perlu kita lakukan upaya yang sangat maksimal, kemudian perlu pula kolektifitas seluruh komponen baik Pemerintah Aceh, Kabupaten/Kota dan legislatif nya untuk sama-sama memikirkan bagaimana caranya agar investor benar benar tertarik untuk menanamkan modal di Aceh. karena suntikan dana dari investor ini penting dan berpengaruh kepada pendapatan daerah," ujar putra asli Aceh Tenggara ini.
Ada banyak perusahaan yang dijadikan kawasan ekonomi khusus (KEK), seperti arun, KIA Ladong, dan lain-lain yang masih memerlukan investor yang siap kucurkan modal besar.
Semakin banyak investor yang dapat dipikat, maka semakin banyak pula bantuan financial yang pemerintah peroleh. maka Pendapatan Aceh pastinya juga akan meningkat
Selain itu dengan berbagai persoalan yang sedang di hadapi pemerintah Aceh dan Kabupaten/Kota, Yahdi Hasan yang juga sebagai ketua pansus rancangan qanun TNKA ini berharap nantinya dengan penetapannya qanun ini, maka dapat dipecahkan segala persoalan yang sedang dialami, guna untuk melancarkan kepentingan Aceh, terutama memberikan trust dan keyakinan kepada para investor.
"Berbicara soal menarik investor bukan perkara mudah seperti membalikkan telapak tangan, perlu trik dan membangun trust agar para investor merasa yakin kalau uang yang di gelontorkan, akan bertumbuh di perusahaan yang tepat," tegas Yahdi Hasan, Anggota DPRA yang juga dari Fraksi Partai Aceh.
kini, sudah berjalan 16 tahun kesepakatan perdamaian di Aceh dengan Republik Indonesia, sudah saatnya pula Aceh kaya investasi, seluruh sumber daya alam dan seluruh sektor sudah bisa diberdayakan dengan tepat.
Di samping itu perlu metode dan konsep yang tepat, oleh karenanya Pemerintah Aceh dan Kabupaten/Kota juga perlu membangun komunikasi politik secara persuasif dan baik dengan para investor.
"Saya berpikir kita akan mampu menggait para investor apabila jiwa kolektif kita tinggi, ini harapan kita kedepan apalagi kita tengah serius menggagas dan merancang qanun TNKA,," tutup Yahdi Hasan, asal Dapil 8 (Agara dan Galus)