Terkait Santri Muda Aceh Deklarasi Jokowi Dua Periode, Begini Tanggapan Santri Ini
BIREUEN - Setelah beredarnya berita adanya kelompok yang mengatasnamakan santri muda Aceh yang telah mendeklarasikan Jokowi dua priode, saya sebagai santri dayah sangat tergangu dengan adanya oknum yang menyeret nama santri ke politik praktis, minggu,05/08/18.
Iskandar atau lebih dikenal Tu Ih ini kepada media mengatakan, Karena kami selaku santri masih pelajar dan belum saatnya kami sebagai santri terjun keranah perpolitikan praktis. Jadi kalau memang ada pihak yang ingin mendukung jokowi untuk jadi presiden dua priode silahkan, karna itu haknya seseorang dalam berdemokrasi,akan tetapi jangan menggunakan nama santri, ini sangat terganggu kami sebagai santri dayah yang ikuti ijtima ulama.
Mengatasnamakan santri dalam acara deklarasi sangat merugikan dunia pendidikan pesantren dan dayah, apalagi yang didukung berbeda dengan hasil Ijtima' Ulama dan tokoh nasional lainnya, karena kami sebagai santri sangat menghargai Ulama dan habaib, apalagi ulama yang Istiqamah, karena yang dukung Ijtima' Ulama bukan orang orang yang tidak mempunyai Ilmu, tetapi orang orang yang shaleh seperti Ust Arifin Ilham, Ust Abdul Somad, Habib Rizieq Syihab dan lain lain banyak sekali ulama yang mendukung hasil Ijtima' Ulama.
Jadi sangat tidak pantas para santri ingin dibenturkan dengan para Ulama yg istiqamah, bagi yang ingin dukung jokowi silakan dan itu hak pribadi tetapi jangan bawa bawa nama santri, biarlah kami santri menyibukkan diri dengan belajar sehingga kami santri menjadi harapan bangsa dan agama nantinya.
Jadi jangan gara gara dengan munculnya berita yg mengatas namakan santri dalam acara deklarasi dukung jokowi 2 preode, sehingga kami santri yang tidak terlibat dalam deklarasi dukung jokowi menjadi korban, sehingga seakan akan kami ikut terlibat juga dalam deklerasi tersebut, apalagi mengatas namakan santri muda aceh.
Jadi kalau kita artikan dengan nama santri muda aceh, berarti yang terlibat dalam acara deklarasi dukung jokowi 2 preode itu seakan akan sudah di ikuti oleh semua santri muda yg ada di Aceh,maka itu yg sangat saya sayangkan.
Maka yang perlu saya pertegaskan bahwa sampai saat ini saya sebagai santri dayah,masih mengikuti arahan petunjuk dari ulama ulama yaitu melalui ijtima' ulama dan saya juga meminta kepada pihak pihak yang ingin melakukan aksi deklerasi calon pemimpin 2019, yang tidak searah dengan ijtima' ulama agar jangan mengatasnamakan santri muda Aceh.
Lanjutnya, kalaupun betul ada dari pihak santri dayah yang ingin mendeklerasikan calon presiden 2019, maka gunakan nama santri dan dayah yang terlibat dalam deklarasi tersebut, misalnya Persatuan Santri Dayah ini, atau persatuan santri dayah itu.
Dan saya selaku santri dayah mengajak kepada kawan kawan saya sesama santri agar selalu istiqamah dalam mengikuti arahan arahan dari ulama- ulama karna sebelum ulama menunjukkan siapa yang pantas jadi pemimpin bangsa, ulama lebih duluan melihat dengan cara melakukan shalat istiqarah memohon petunjuk dari Allah swt, siapa yang pantas menjadi pemimpin bangsa untuk 5 tahun kedepan, Insya Allah mudah mudahan Allah swt memberikan kepada kita pemimpin-pemimpin yg selalu memikirkan nasib rakyatnya dan menjalankan hukum Allah swt didalam roda pemerintahan negara indonesia ini, Aamiin, tuturnya.[AF]