Pendidikan

SPMA Bireuen Gelar BLC Jilid 2 Pada Bulan Oktober

Published

on

BIREUEN - Setelah sukses menggelar Bireuen Lawyer Club (BLC) perdana dengan tajuk "Bireuen dari masa ke masa", kini Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) Wilayah Bireuen akan menggelar BLC Jilid 2 pada Sabtu 26 Oktober 2019 mendatang di lantai 2 Local Coffee Bireuen, Jum'at, 20/09/19.


Dengan diketua panitiai oleh Rita Mardhiah, Sekretaris Nurul Izzati dan Bendahara Vina Rossanalisa, BLC yang digagas oleh SPMA Bireuen kali ini mengangkat topik "Pendidikan Bireuen : Bisnis atau Bukan?".


Hasil rapat yang dilakukan sore Jum'at, selain evaluasi kegiatan BLC perdana juga melakukan rembukan pembentukan panitia baru agar bergiliran dan dimoderatori oleh Praktisi Muda Pendidikan Bireuen, Rahmat Asri Sufa,M.Pd.


Presiden BLC, Yusri,S.Sos kepada media mengatakan bahwa kali ini BLC akan membahas tentang masalah pendidikan diBireuen, adakah mafia pendidikan dibireuen.


"Mengingat, menimbang dan memutuskan pemerintahan saat ini tidak terlalu respek untuk meningkatkan pendidikan dikabupaten Bireuen, misalnya masalah beasiswa saja kurang mengplot dana, padahal jika kita tinjau dari aturan dana daerah wajib di plot 20 % kepada dunia pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan dayah, jika kita liat ke kabupaten tetangga ada biasiswa skripsi, beasiswa S2 dan malah S3 di biayai oleh pemerintah setempat",katanya yang juga ketua SPMA Bireuen.



Dia juga menambahkan, penempatan guru PNS kebanyakan hanya di seputaran kota, jika kita tinjau ke pelosok Bireuen kebanyakan guru honorer yang paling banyak, saharusnya penempatan guru PNS itu harus merata.