Pendidikan

Mahasiswa KPM Tematik IAIN Langsa Kunjungi Tambak Udang

Published

on

Mahasiswa KPM Tematik IAIN Langsa Kunjungi Tambak Udang

SELAPOST.COM | Langsa - Mahasiswa Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa melakukan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik di Gampong Cinta Raja, Kecamatan Langsa Timur, Kota Lanngsa pada Jumat(28/01/2022).

Ade Sela dan Farsiyah, Dua Mahasiswa KPM Tematik IAIN Langsa mengunjungi tambak milik Mursalin dengan luas area 5 hektar (Ha), didalamnya dibudidayakan udang vaname.

Dikatakan Ade Sela, Udang Vaname merupakan jenis udang introduksi yang banyak diminati pemilik tambaka, karena keunggulan seperti tahan penyakit, pertumbuhan cepat, sintansi selama pemeliharaan tinggi dan nilai konversi pakannya rendah serta pemeliharaan dapat diproduksi dengan pola tradisional.

"Tambak udang merupakan penghasilan utama pak Mursalin, dan dalam bentuk perawatan tambak tersebut digolongkan mudah,namun sebagai pemilik tambak yang berpengalaman, pak Mursalin pernah mengalami gagal panen karena PH air karena dekat dengan sawah,"kata Ade Sela memberikan keterangan hasil assesmentnya.

Tambah Farsiyah, untuk pakan yang digunakan yaitu merek irawan, pemberian pakan untuk udang vaname ini dilakukan 3x sehari karena masih tersedia pakan alami yang cukup.

"Cara memanen udang vaname cukup mudah yaitu membuang air ditambak sedikit demi sedikit, kemudian udang diangkat dari lumpur dan kotoran secepat mungkin, selanjutnya udang disortir berdasarkan ukuran dan dipacking,"ujar Farsiyah.

Dikatakannya proses pemeliharaan udang sekitar 2 sampai 3 bulan dan tergantung dengan bibitnya juga, berdasarkan wawancara dengan Mursalin harga jual perkilo sekitar Rp.40.000 dan dapat menghasilkan sekitar Rp. 40.000.000 juta dengan modal awal yang dikeluarkan sebesar Rp.3.000.000.

"Budidaya Udang sangat menggiurkan dan menjanjikan keuntungan besar, dalam pasar lokal menjadi pelanggan setia para petambak udang, bahkan udang menjadi incaran bagi pengusaha rumah kuliner seafood,"tutur Farsiyah .

Diketahui Gampong Cinta Raja pada zaman penjahan Belanda merupakan Gampong Sungai Pauh yang diberi nama Uyok, batas wilayah Gampong Cinta Raja sebelah utara dengan Gampong Sungai Lueng, Sebelah selatan dengan Gamponb Matang Cengai, Sebelah timur dengan Gampong Alue Sentang dan sebelah barat dengan Gamponb Sukarejo.

Total wilayah Gampong Cinta Raja seluas 11888,5 Ha dan sekitar 315 Ha diantaranya merupakan tambak, sementara jumlah penduduk 10 ribu jiwa serta mayoritas penduduk bersuku Aceh. (Rel)