Opini

Kondradiksi antara ucapan dan kelakuan seorang politisi

Kondradiksi antara ucapan dan kelakuan seorang politisi

Oleh: Syukur Tadu


Kontradiksi secara sederhana bisa diartikan pertentangan atau ketidaksesuaian. Dalam kehidupan sehari hari kita sering mendapati sesuatu atau seseorang yang kontradiktif. Seperti antara ucapan dan kelakuan seseorang yang sering berubah dan bertentangan. Lalu bagaimana jika yang kontradiksi itu dilakukan atau diucapkan oleh seorang politisi. Bisa dibayangkan kan?


Dalam dunia politik banyak sekali kita menemukan manusia manusia kontradiktif atau bisa disebut juga manusia hipokrisi (munafik). Politisi yang idealnya menjadi teladan bagi masyarakat justru menjadi bahan lelucon masyarakat akibat ucapan dan kelakuan mereka uang kontradiksi.

Betapa kita sering mendengar dari seorang politisi pada saat kampanye menjelang pilkada, berkoar koar mendukung atau menolak sebuah kebijakan pemerintahan sebelumnya. 


Namun apa yang terjadi jika politisi tersebut terpilih menjadi kepala pemerintahan. Ternyata sesuatu yang diluar harapan dan dugaan masyarakat terjadi dengan biasa saja. Dulu mungkin sangat bertentangan dengan pemerintahan sebelumnya mengenai sebuah kebijakan atau progran akan tetapi sekarang saat jabatan dalam genggaman malah tetap melakukan kebijakan atau program tersebut.


Realitas yang demikian ini, sudah menjadi suatu kebiadaan yang dimaklumi oleh masyarakat atau oleh para aktifis politik itu sendiri. Namun kekeliruan besar jika tidak ada seorang pun yang mencoba memberikan sedikit pencerahan agar kelak hal hal kontradiktif ini tidak lagi dilakukan oleh para politisi baik yang kan menjabat ataupun yang sudah menjabat.


Sangat berbahaya jika masyarakat memilih pemimpin yang hipokrit (munafik) tersebut karena akan berakibat langsung dan tidak langsung bagi perkembangan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Karena politisi yang tidak bisa dipegang kata katanya sudah tidak layak diberikan mandat dalam jabatan publik seperti bupati, gubernur, anggota dewan dan sebagainya. 


Politisi sekaligus masyarakat harus Menyaradari bahwa sifat dan sikap kontradiktif bisa merusak dunia politik kita.