Pendidikan

Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia Meriahkan Libya

Published

on

Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia Meriahkan Libya

TRIPOLI - Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia (KKMI) Libya kembali mengguncangkan Kuliah Dakwah Islamiyah  pada Sabtu, (09/02/2019).


Di malam penuh sejarah nan syahdu inilah KKMI Libya kembali hadir menampilkan berbagai aksi spektakulernya berupa pertunjukan budaya di hadapan mahasaiswa/i, rektor, para dosen, staf KBRI, bahkan orang Libya yang turut hadir di acara tersebut.


Festival kebudayaan ini bertemakan  “Our Indonesia”. 

Festival kebudayaan ini adalah yang ke-3 kalinya diadakan oleh KKMI Libya di Kuliah Dakwah Islamiyah setelah revolusi 2011. Dengan tujuan; mengenalkan berbagai kebudayaan, adat istiadat, karya seni, serta makanan khas Indonesia yang kita rangkum dalam satu malam. Lain dari pada itu, kita juga mengajak siapa pun yang menyaksikan untuk berkeliling Indonesia dalam satu malam. 


Sebelum memasuki acara inti, berbagai kata sambutan dari Rektor kampus, pihak KBRI, ketua BEM dan Presiden KKMI Libya mengawali acara penuh makna tersebut. Setelah memberi kata sambutan, pihak KBRI, Bapak Subandrio menyematkan cendera mata kepada Rektor kampus berupa songkok nasional khas Indonesia yang kemudian dipakaikan langsung di kepala beliau, Dr. Abdul Hamid Alharamah. 

Adapun penampilan yang kami suguhkan antara lain; grand opening, tari randai, pantomim, sulap, pencak silat, nasyid, video seputar Indonesia, serta video KKMI disertai daerah asalnya di Indonesia. 


Di sela-sela penampilan, kami juga menyuguhkan berbagai macam kejutan lainnya, seperti; menempelkan kertas yang bertuliskan mahdzudz  (beruntung) di beberapa kursi penonton untuk kemudian maju ke depan dan menjawab soal serta mendapatkan hadiah langsung dan juga kami menempelkan pertanyaan-pertanyaan di ruang makan sebelum hari H serta menyediakan kotak jawaban bagi siapa pun yang ingin menjawab, kemudian hari H kami mengambil 3 jawaban secara acak. Tentunya bagi siapa pun yang beruntung dan dengan jawaban yang benar maka mendapatkan hadiah.


“Acara kemarin sungguh spektakuler sampai saya nyaris ingin pergi ke Indonesia. Tetapi, saya tidak tau dengan siapa saya akan pergi ke sana dan siapa yang ingin menolong saya untuk pergi ke negara yang maju nan indah ini. Semoga ada yang mengajak saya untuk menikmati keindahan Indonesia.Di dalamnya terdapat agama Islam, dan yang saya sukai ialah adat istiadat walaupun berbeda agama tetapi tetap menghormati satu sama lain dan inilah yang saya inginkan begitu juga tujuan dan harapan orang-orang mukmin lainnya”, ujar salah satu komentator dari Diomandi Moussy (usai diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia), mahasiswa yg berasal dari negara Ivory Coast tentang malam festival kebudayaan Indonesia.


Tak sedikit penonton yang ikut berpartisipasi atas sukesnya acara ini. Hampir semua kursi auditorium kampus penuh sesak oleh penonton yang turut hadir demi berkeliling dan menikmati keindahan Indonesia dalam satu malam. 


Kami ucapkan beribu-ribu terima kasih kepada pihak kampus yang telah memberikan izin untuk menyelenggarakan acara ini di dalam kampus, serta pihak KBRI yang telah membantu kami baik materi maupun non-materi, dan juga kepada pihak mana pun yang telah membantu dalam mensukseskan acara kami.


 ‘’Jangan tanya apa yang sudah diberikan kuliah kepada kita, tapi tanyakan pada diri sendiri konstribusi apa yang sudah kita berikan untuk kuliah!”. Tutup Presiden KKMI Libya, Riyadi Syukri Harun ketika memberikan kata sambutannya.[007]