Pendidikan

Ibu Syarifah, Dosen Almuslim Bekali Siswa MAN 2 Bireuen Ilmu dan Wawasan Social Entrepreneur

Published

on

Ibu Syarifah, Dosen Almuslim Bekali Siswa MAN 2 Bireuen Ilmu dan Wawasan Social Entrepreneur

BIREUEN - Siswa dan Siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bireuen dibekali ilmu pengenalan dan wawasan baru tentang kewirausahaan atau wirausaha sosial pada Senin, 10/02/2020.

Pengenalan ilmu dan wawasan baru bagi para Siswa ini diberikan pencerahan langsung oleh Ibu Syarifah Maihani,SE.MM dan ditemani oleh 3 dampingannya yaitu Baihaqi,M.Si, Maryam,MH dan Kumita,MT.

Menurutnya, Sociopreneur sedang boming tingkat nasional dan kancah internasional, di Indonesia sendiri kegiatan sosial dan bisnis ini sudah banyak diminati namun hanya saja belum ada pengenalan secara langsung di tingkat anak Muda khususnya Para Siswa.

"Trend Sociopreneur ini hadir sebagai jawaban dari arah dan tujuan anak muda sekarang, mau dibawa kemana ilmu yang sudah ada, semua ini adalah pilihan dalam menentukan arah untuk terus meningkatkan kreativitas dan inovasi", papar Syarifah Maihani,SE.,MM dihadapan para Siswa.

Lebih lanjut beliau mengungkapkan bahwa kegiatan wirausaha yang dikolaborasikan dengan perkembangan nilai nilai sosial dalam menjalankan usaha tanpa terfokus sekali kepada keuntungan yang diraup tapi tetap untung.

Beliau mengharap agar siswa ini harus mampu dan lebih kreatif dari pada orang orang yang lebih dahulu sukses dalam kegiatan usaha ini di Indonesia serta Bisakah aku menjadi wirausahawan ?, jawabannya Aku bisa. 

"Kita harus optimis dan positif, semua bisa bila kita mau dan kalahkan pikiran yang selalu menganggap itu tidak bisa, sebab bila kita berpikir kita gagal maka kita telah gagal sebelum bertanding, hal itu karena didunia ini sukses diawali dengan keinginan dari seseorang yang dimulai dari caranya berpikir", paparnya yang juga Dosen di Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen.

Beliau juga memberikan beberapa contoh diantaranya kalau kita berpikir disisihkan maka kita akan tersisihkan, bila kita berpikir kalah maka kita akan kalah dan bila kita berpikir akan gagal maka kita telah lebih dahulu gagal dari cara berpikir. [007]