Dari Hantu Kojet Sampai Tukang Ketok Pintu Mata Merah, Benar atau Hoax?
Selapost.com - Sejak saya kecil, tidak terhitung lagi berita-berita seperti ini dalam masyarakat. Bahkan dulu cerita-cerita yang tersebar seperti ini sangat sering dengan varian yang berbeda-beda. Hanya saja saat itu belum ada media sosial, maka sebaran berita agak lamban dan masyarakat ketika menerima informasi paniknya luar biasa.
Kini hanya kelas-kelas tertentu yang termakan dengan berita seperti ini. Lebih parah lagi, beberapa orang bahkan memposting gambar-gambar bayi meninggal karena dibacok kemudian dengan berani dihubungkan dengan cerita ini. Tentu bagi sebagian orang akan panik namun sebagian yang lain justru tertawa karena cerita menjadi berlebihan. Sebab sampai sekarang tak ada media satupun yang meliputnya. Padahal di Nagan Raya ada puluhan media online yang setiap waktu mengejar berita.
Bagi media "Bad News is good news" tentu berita buruk adalah berita yang baik bagi media. Semakin buruk berita maka semakin layak untuk diangkat karena masyarakat butuh informasi dan penasaran dengan berita buruk. Sebagai contoh di Australia ada penembakan terhadap muslim, itu adalah berita buruk bagi ummat muslim tapi justru menguntungkan secara pemberitaan. Karena orang-orang ingin tau kebenaran. Sangat seksi bagi media untuk mengangkatnya.
Kini berita yang tidak diketahui kebenarannya itu sudah tersebar luas bahkan ada orang dikampung sebelah yang yang menyebarkannya secara pribadi dari WA dan aplikasi lain. Saya tertarik dengan salah satu postingan yang sudah lebih dari seribu kali dibagikan mengenai berita ini. Komentator pun dari berbagai daerah. Bahkan kebanyakan membenarkan informasi yang belum pasti. Ada pula yang mengatakan kasus serupa terjadi di Medan dan Malaysia. Bukan main paniknya golongan ibu-ibu apalagi yang baru punya bayi.
Yang harus diketahui, sejak beredar berita tentang orang ketuk pintu yang konon mengincar bayi untuk dihisap darah adalah cerita yang pernah dibuat-buat dari dulu. Dulu ada istilah hantu kojet dan sejenisnya. Alurnya kisahnya sama. Incarannya juga hampir-hampir sama, bayi. Tapi sampai sekarang tak pernah ditemukan kebenarannya. Yang justru lahir ditengah masyarakat adalah kepanikan. Herannya, banyak laki-laki yang ikut panik.
Seorang teman mengkonfirmasi soal berita ini bahwa dia sebagai warga blang teungeh juga baru tau berita ini, padahal katanya sudah terjadi lama, tapi dia baru tau. Sampai sekarang juga tidak jelas bagaimana korban dan siapa pelaku. Parahnya, cerita yang membuat panik itu makin tersebar ke desa lain. Cerita orang ketuk pintu tengah malam, mata merah, orang hitam dalam gelap malam dan cerita lainnya kian dibuat-buat. Ini adalah kesempatan bagi orang yang punya bakat dan hobi mengarang cerita.
Berhentilah membuat cerita dongeng. Klarifikasilah berita sebelum menyebarkan. Tanyakan pada orang yang lebih paham. Waspada memang harus selalu ada, tapi menyebarkan berita tanpa fakta dan meresahkan warga adalah perbuatan tercela. [ST]