Opini
Suara dibeli, rakyat tidak berarti
Oleh : Azhari,S.Sy ( Aktivis SPMA Bireuen )
BIREUEN - Kemiskinan di negara demokrasi bukan hal biasa tapi luar biasa ,di perjalanan proses politik menemukan arti mana hak dan kewajiban sebagai warga bernegara karena dalam UU tersebutkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia, tidak lepas perjalanan berdemokrasi bermacam cara melakakukan untuk mendapatkan empati rakyat demi sebuah kepentigan perpolitikan di negeri ini.
berkaca dari persoalan pasti kemiskinan dapat di atasi dengan bermacam cara, ide maupun gagasan namun sayang implementasi di lapangan masih ada yang tidak tepat sasaran,itu efek dinamika perjalanan politik tidak lepas dari kepentingan para elit,silahkan berkaca pada pengalaman masa kini, bermacam kasus wakil rakyat terjebak pada OTT KpK.
maka dalam pelaksanaan politik perlu pemahaman untuk rakyat agar money politik tidak terjadi dipileg 2019 ini,dalam harapan ini pasti tidak lepas dukungan semua elemen bagi pelaksanaan pemilu agar tercipta pemilu yang bersih di negeri ini,harapan dimasa lalu impian dimasa depan namun disinilah harkat dan martabat Rakyat untuk kesejahteraan,bila suara sudah di beli jangan harap keadilan akan terjalani dengan baik bagi masyarakat.
keterlenaan rakyat membuat sebuah objek bermacam faktor baik segi ekonomi dan pengaruh timses untuk memenangkan kandidat tertentu tapi bila kali ini rakyat tidak peduli dengan keadaan maka perekonomian akan lebih buruk untuk kita mencari nafkah,karena wakil rakyat adalah penentu untuk mensejehtrakan rakyat dalam semua segi baik pertanian,perdangagan,pendidikan dan lain halnya,dalam hal itulah peran rakyat memilih wakil yang cerdas sesuai dengan anjuran ALLAH SWT dan sunnah nabi.
berbicara politik pasti tidak lepas dari kehidupan karana setiap insan selalu megunakan politik dalam perjalanan hidup ini,alangkah baiknya kita satukan misi dan visi untuk merebut kemerdekaan rakyat dari wakil rakyat yang rakus dan kita serahkan pada ahli sesuai keilmuan untuk mensejahterakan rakyat .
penyesalan masa lalu membuat kita untuk bangun memperbaiki masa depan, saatnya kita semua mengatur barisan 2019 untuk ajang kebangkitan ekonomi umat dan saatnya umat islam menguasai parlemen demi menegakkan persatuan dan kesatuan di negara NKRI ini yang saat ini bermacam isu terjadi apalagi provokator di mainkan bermacam ,maka sudah saatnya kita maju demi kepentingan orang banyak .
kita doakan agar pilpres dan pileg pada tahun 2019 menjadi motivasi bagi kita dalam memilih pemimpin sesuai harapan orang banyak bukan kepentingan pribadi dan kelompok.(Af)