Daerah

Penggusuran Di Tengah Pandemi, Dimana hati Nurani?

Published

on

Penggusuran Di Tengah Pandemi, Dimana hati Nurani?

Banda Aceh, Selapost.com - Baru-baru ini Rektor Universitas Syiah Kuala melalui wakil rektor II Dr. Agussabti, M. Si. kembali mengeluarkan surat perintah pengosongan beberapa rumah dinas di kawasan sektor timur kampung Kopelma Darussalam. Berdasarkan isi surat, para penghuni rumah diberi waktu hingga tanggal 4 Oktober 2021 untuk bisa segera menggosongkan rumahnya. Akibatnya mereka yang selama ini telah menghuni rumah dinas tersebut sejak lama merasa sangat sedih akan intruksi pengosongan rumah ini.

Menanggapi hal tersebut, Tuanku Muhammad selaku anggota DPRK Banda Aceh daerah pemilihan Syiah Kuala-Ule Kareng merasa ikut prihatin atas kejadian ini. Apalagi hal ini dilaksanakan di saat kondisi masih pandemi dan tentu kondisi perekonomian sebuah keluarga sedang tidak stabil.

"Seharusnya di saat kondisi pandemi seperti ini, pihak rektorat USK  bisa menunda dulu proyek pembangunan yang mengakibatkan proses pengosongan hingga penggusuran para penghuni rumah dinas USK. Bahkan jika ingin lebih baik, USK seharusnya mempertahankan rumah-rumah dinas tersebut sehingga tetap menjadi sejarah kedepannya." Kata Tuanku.

Hal ini juga sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Fuad Mardhatillah di sebuah media yang mengatakan bahwa dengan merusak bangunan yang ada atau merusak sejarah Kopelma merupakan kesalahan cara berpikir. Kopelma yang sudah ada ini sebenarnya telah menjadi model tentang bagaimana daerah yang di dalamnya terdapat kesatuan antara warga kampus dan warga sekitar.

Akhirnya kita menanti kebijaksanaan rektor USK  terkait kejadian yang memilukan ini di tengah pandemi Covid 19. Ada baiknya ditengah fokus negara dalam penanganan pandemi sebaiknya ditunda dahulu proyek infrastruktur yg berefek kepada ketidaknyamanan hidup masyarakat yang sedang serba sulit ini.