Pendidikan

Oknum Dosen UTU Ancam Mahasiswa Terkait Pemberitaan Netralitas Dosen

Published

on

Oknum Dosen UTU Ancam Mahasiswa Terkait Pemberitaan Netralitas Dosen

SELAPOST.COM, Meulaboh - Terkait pemberitaan Solidaritas Mahasiswa Bela Pendidikan (SOMBEP) Aceh Barat yang menyurati Rektor Universitas Teuku Umar tentang dugaan dosen yang melanggar netralitas. Jhony Howord ketua umum SOMBEP Aceh Barat sebut pihaknya mendapatkan ancaman dari salah satu dosen perguruan tinggi tersebut.

Jhony Howord mengatakan Zikri Marpandi selaku penanggung jawab Divisi Advokasi SOMBEP dihubungi oleh salah satu dosen via chat Whatsapp pada 02 Frebuari 2023 jam 21:50 Kamis Malam. Pesan singkat tersebut berisi seperti ancaman untuk dilaporkan secara hukum jika dugaan netralitas tidak terbukti atas dosen tersebut,(07/03/23).

“Oknum dosen itu WA terkait pemberitaan media yang sudah muat, jika tidak terbukti apa yang dituduhkan dirinya sedang pikir untuk lapor balik secara hukum” sebut Jhony Howord.

Jhony menjelaskan pihaknya sama sekali tidak menuduh siapapun dalam pemberitaan sebelumnya bahkan sama sekali tidak menyebutkan nama atau inisial dosen yang diduga melanggar netralitas tetapi dari pesan yang dikirimkan oknum dosen itu seakan menjelaskan bahwa dirinya terlibat dalam dugaan tersebut.

“Kami tidak akan diam, apalagi sudah masuk pesan seakan mengancam seperti ini. Tidak ada peraturan untuk menegakkan keadilan harus masuk jeruji besi dahulu.” tegas ketua umum SOMBEP itu.

Tambah Jhony, Pesan WA tersebut bisa menyebabkan traumatik bagi yang menerima apalagi pesan tersebut dikirimkan oleh dosen kepada mahasiswa.

“Itu bisa menyebabkan traumatik dan membunuh karakter apalagi itu dosen yg kirim, oknum dosen itu bisa terjerat pasal 369 KUHP.” ujar Jhony Howord.

Zikri Marpandi selaku penanggung jawab divisi advokasi SOMBEP juga mengakui bahwa dirinya mendapat pesan WA berupa ancaman atas dirinya.

"Ya betul, pesan masuk berupa ancaman tersebut saya dapati ketika saya membuka Whatsapp, sontak saya kaget, karena oknum dosen tersebut merasa dirinya saya sebutkan di media yang sebelumnya saya angkat, padahal jelas di berita media yang saya angkat tempo waktu di situ saya tidak menyebutkan inisial apalagi nama dosen, yang ada itu dugaan" tutup Zikri.