Ekonomi

Kreatifitas Mahasiswa KKN PPM 1 Kelompok 43 UNIMAL di Tanah Pasir Dalam Pengolahan Hasil Alam

Published

on

Kreatifitas Mahasiswa KKN PPM 1 Kelompok 43 UNIMAL di Tanah Pasir Dalam Pengolahan Hasil Alam

ACEH UTARA - Kreatifitas Mahasiswa KKN PPM 1 Kelompok 43 Universitas Malikussaleh (UNIMAL) Mengolah Sagu Menjadi Kerupuk, dan lipah menjadi manisan, Senin 17/09/18.



Sesuai dengan Tri Darma Perguruan Tinggi yang ke-3 yaitu Pengabdian, mahasiswa Universitas Malikussaleh di tugaskan untuk mengabdi kepada masyarakat di empat Kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Utara, yaitu Syamtalira Aron, Syamtalira Bayu, Samudra dan Tanah Pasir. 



Ahyar kepada media mengatakan, di Desa Prie Kecamatan Tanah Pasir mayoritas masyarakat setempat berpenghasilan di sektor pertanian dan perikanan, salah satu penghasilan yang menjadi pusat perhatian mahasiswa KKN yang di tugaskan di desa Prie adalah Sagu dan Lipah sehingga mahasiswa setempat menginisiatif mengolah sagu dan lipah menjadi hal yang di perhitungkan dalam pasaran dan tidak di pandang cuma-cuma di kalangan masyarakat Kecamatan Tanah Pasir. 



Mahasiswa KKN PPM 1 Kelompok 43 mengolah sagu menjadi kerupuk dan ini sudah berhasil di olah oleh mahasiswa setempat dengan rasa yang gurih dan enak,  Sedangkan lipah di olah menjadi manisan. Ini patut di perhitungkan karena dengan kreatifnya mahasiswa sebagai agent of change dengan tema mahasiswa unimal bersinergi membangun gampong menjadi pusat perhatian masyarakat setempat, ujarnya



Lanjutnya, "Alhamdulillah pada hari ini mahasiswa Universitas Malikussaleh sudah mengharumkan nama baik almamater dalam pengabdiannya terhadap masyarakat dan ini patut di beri pujian kepada mahasiswa yang ditugaskan di Desa Prie karena dengan daya pikir dan kinerja mereka yang mengharumkan nama baik kampus di pandangan masyarakat setempat sangat berefek untuk perkembangan perekonomian masyarakat di gampong tersebut". 



Semoga dengan kreatifnya mahasiswa Universitas Malikussaleh dapat mengubah pola pikir masyarakat setempat dengan barang yang biasa-biasa saja yang tidak diperhitungkan di pasaran hingga menjadi magnet tersendiri dalam pasaran dengan kualitas barang alami secara produktivitasnya, tutur Ahyar Rizki Koordinator Kecamatan Tanah Pasir.[AF]