Politik

Distrust Lahir Sesama Mahasiswa, Jebakan Batman pun Kini Berhasil Dilakukan Gubernur Nova

Published

on

Distrust Lahir Sesama Mahasiswa, Jebakan Batman pun Kini Berhasil Dilakukan Gubernur Nova

Selapost.com, Banda Aceh - Mengenai persoalan dana hibah yang sudah di salurkan oleh pemerintah Aceh kepada OKP/ORMAS kini kembali menjadi perbincangan hangat dikalangan mahasiswa, bagaimana tidak? berawal baru-baru ini berita dari pihak Rektorat Unsyiah, Direktur SKM, Ketua KNPI Aceh, sampai dengan 31 Mei 2021 Ketua MPM unsyiah angkat bicara di media online dan cetak

Tidak tanggung-tanggung, Pemerintah Aceh mengucurkan anggaran dengan total Rp. 9.597.000.000 ke beberapa OKP dan ORMAS beberapa bulan yang lalu

"sedari awal saya sudah tegaskan, ini jebakan batmannya Gubernur Nova, bisa jadi untuk propaganda adu domba sesama lembaga OKP/ORMAS sehingga terpecah belah solidaritasnya, yang sebenarnya kita sudah lama seirama semenjak bersatu mengadvokasi persoalan PT.EMM"-sebut Aminul Mukminin Sekedang Ketua Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK LMND) Banda Aceh

Mengenai isu yang hangat persoalan dana hibah ini memang semakin hari semakin bergejolak, sampai-sampai sesama lembaga saling menghujat dan menyerang di media disebabkan tidak ada kampus, OKP dan ORMAS yang memberikan data penggunaan dana hibah atau LPJ kepada publik (transparansi), sehingga lahirlah distrust sesama mahasiswa, OKP dan ORMAS karena memiliki perspektif yang berbeda, entah siapa yang benar dan yang salah

Aminul memberikan atensi khusus kepada seluruh lembaga OKP dan ORMAS serta Lembaga mahasiswa kampus khususnya dengan meminta untuk bersatu padu menjaga stabilitas solidaritas bersama, karena ada PR yang mesti diadvokasi kedepannya

"tentu konflik vertikal ini harus di redam dengan berembuk duduk mufakat dan saya siap memfasilitasi dan melakukan konsolidasi ke seluruh OKP/Ormas dan Lembaga mahasiswa untuk kepentingan bersama, karena ada permasalahan yang akan datang di tengah tengah masyarakat yaitu perekonomian rakyat yang tidak stabil imbas dari kebijakan pemerintah Aceh, pemberlakuan jam malam dan sebagainya" -tutup aminul mukminin sekedang