Pendidikan

Semarak Perkemahan Sabtu Minggu (PERSAMI) siswa penyandang disabilitas di SLB TNCC Banda Aceh

Published

on

Semarak Perkemahan Sabtu Minggu (PERSAMI) siswa penyandang disabilitas di SLB TNCC Banda Aceh

SELAPOST.COM, Banda Aceh - Sekolah Luar Biasa (SLB) TNCC Banda Aceh mengadakan kegiatan PERSAMI pada hari Sabtu dan Minggu 05 s/d 06 November 2022 bertempat di SLB TNCC. Kegiatan ini dihadiri 14 anggota pramuka inti dengan ketunaan autisme, tunagrahita, tunarungu dan MDVI yang didampingi oleh 7 orang pembina pramuka.

Muhammad yahya, S.Pd selaku ketua panitia kegiatan PERSAMI menyampaikan tema kegiatan adalah “Bersama PERSAMI Tingkatkan Pengetahuan, Keterampilan Mandiri dan kepemimpin”. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk apel/upacara Pembukaan, pemasangan tenda, memasak memasak, api unggun, materi gerakan PBB dan penjelajahan lingkungan sekolah serta diakhiri dengan penutupan apel. Yahya mengatakan persiapan kegiatan ini dilakukan beberapa Minggu belakangan dalam bentuk Pramuka yang lebih intens mempersiapkan para siswa terkait materi dan mendapatkan respons dan dukungan yang baik dari wali murid. 

Pada sambutan Eva Yulita,S.Sos.I sebagai KORLAP juga Waka kesiswaan menambahkan tujuan dari kegiatan Persami ini untuk melatih para siswa lebih mandiri dalam beradaptasi dengan lingkungan baru, mengurus diri tanpa pendampingan orangtua, mengenali alam nyata dan melatih pemecahan masalah serta menambah pengalaman praktis tentang hidup kepada diri siswa. Tentu saja karena ini bagian dari program kepramukaan maka secara bertahap kita berharap dapat 

memacu diri pada kepribadian yang percaya, bertakwa, berakhlak mulia, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki hidup sebagai anak bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan penuh suka cita.

Sementara itu kepala SLB TNCC DM Ria Hidayati S.Psi, M.Ed menambahkan bahwa kegiatan PERSAMI ini diinisiasi oleh bidang kesiswaan yaitu bidang ekstrakurikuler wajib (pendidikan Pramuka) dan merupakan kegiatan perdana yang dilakukan di sekolah yang nantinya akan menjadi program tahunan. Program Persami juga merupakan salah satu kebutuhan pembelajaran dari program sekolah penggerak dimana ekstrakurikuler yang berorientasi pada siswa dan mencerminkan profil pelajar Pancasila dalam hal kebaikan dan akhlak yang baik, sifat mandiri, gotong royong, kreatif berbhinnekaan global dan bernalar kritis.

Selain merasa bangga, Ria juga merasa kagum melihat perkembangan para siswa yang bisa mencapai tahap mandiri bertahan selama hampir 24 jam berada di sekolah. Selain melakukan kegiatan bina diri seperti makan, mandi, berpakaian, dan tidur tanpa pendampingan orangtua, mereka juga dapat mengikuti kegiatan secara teratur mulai dari apel, memasang tenda bersama, bernyanyi dan bercerita saat api unggun sampai pada ikut, tidur di tenda yang ditentukan serta membersihkan sekolah daerah. Secara khusus rasa haru dirasakan Ria saat para siswa ini tetap berada di tempat ibadah dimana mereka melakukan sholat berjamaah pada waktu, ashar, Maghrib, isya serta shubuh dan bangun sebelum azan berkumandang. Setelah sholat mereka langsung antri mandi dan bersiap-siap untuk mengikuti kegiatan pagi. " Masya Allah melihat hasil dari 19 pembiasaan harian yang sudah kita jalankan secara konsisten di sekolah sejak awal para siswa menjadi bagian dari TNCC. Hasilnya bisa dilihat dari acara persami ini. Selain itu antusiasme orangtua sangat baik dan cuaca yang sangat mendukung. Allah beri banyak kemudahan", sambungnya. Selain pembina Pramuka, malam keakraban juga dihadiri oleh pengawas yayasan rumah kita Indonesia, pengawas PLB, serta fasilitator sekolah penggerak yang sangat menikmati sesi api unggun bersama seluruh peserta.

Dalam sambutannya pada penutupan persami, Pengawas SLB Banda Aceh Hj. Jamilah S.Pd.,M.Pd mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan cukup bagus dalam pelaksanaannya meskipun baru pertama kali namun perlu meningkatkan penerapan ilmu kepramukaan sehingga akan lebih maksimal lagi seperti pemahaman mars dan dasa Pramuka serta hal lain yang terkait. Kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah untuk semua peserta dan foto bersama serta semua siswa kepada wali yang sudah bertemu. Rasa bahagia terpancar pada diri siswa yang berharap persami akan segera dilakukan lagi.