Sastra

Kisah Ashabul Kahfi Pada Masa Raja Dikyanus

Published

on

Kisah Ashabul Kahfi Pada Masa Raja Dikyanus

Dikisahkan sebelum jaman nabi Muhammad SAW, ada 7 pemuda yang tertidur lelap di dalam gua selama 309 tahun, mereka adalah para pemuda yang bersembunyi di dalam gua untuk menghilangkan diri dari kekejaman raja Dikyanus. 

"(Ingatlah) tatkala pemuda - pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa : "Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)".[18:10]

Menurut beberapa ahli sejarahwan Islam, ketujuh pemuda itu bernama: Maxalmena, Martinus, Kastunus, Bairunus, Danimus, Yathbunus dan Thamlika. Serta seekor anjing bernama Kithmir, anjing itu dipercaya hanya satu-satunya anjing yang masuk Surga. Banyak yang berpendapat sejarah tersebut terjadi di Suriah, namun ada beberapa ahli Al Qur'andanInjiljuga berpendapat mereka berasal dari negeri Yordania.

Diketahui Ashabul kahfi adalah pemegang teguh ajaran tauhid, dan hanya beriman kepada Allah sebagai Yang pantas untuk disembah. Selain itu, mereka juga mengagungkan Allah sebagai penguasa langit dan Bumi.

Tujuh pemuda ini beriman kepada Allah di tengah kekufuran kaum dan bangsa mereka dan Keimanan mereka dinyatakan dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.” (QS. al-Kahfi: 13).

Pun demikian, ada pendapat Ulama tentang bilangan Ashabul Kahfi dalam beberapa kitab-kitab tafsir yang berkaitan tafsiran ayat 22 di dalam surah al-Kahfi, dapat kami simpulkan bahwa ada tiga pendapat di dalam masalah ini, 

Pendapat Pertama yaitu :Tiga orang dan yang keempat adalah anjing mereka, pendapat Kedua : Lima orang dan yang keenam adalah anjing mereka sedangkan endapat yang Ketiga: Tujuh orang dan yang kelapan adalah anjing mereka.

Sementara itu, firman Allah SWT didalam Surah Al-Kahfi ayat 22, maksudnya;

> Mereka akan berkata : Jumlah Ashabul Kahfi itu tiga orang, yang keempatnya ialah anjing mereka, dan setengahnya berkata: Bilangan mereka lima orang, yang keenamnya ialah anjing mereka, sebagai tekaan akan sesuatu yang tidak diketahui, dan setengahnya yang lain berkata: Bilangan mereka tujuh orang, dan yang kelapannya anjing mereka. Katakanlah: Tuhanku lebih mengetahui akan bilangan mereka, tiada yang mengetahui bilangannya melainkan sedikit. Maka janganlah kamu berbahas mengenai mereka kecuali secara zahir, dan jangan kamu bertanyakan tentang mereka kepada seseorang pun dari mereka.

Ibn Abbas berpendapat bahwa yang kuat yaitu tujuh orang dan yang kelapan termasuk anjing.[007]


Sumber : Wikipedia/Islampos/Okezone.