Pendidikan

Cerita BJ Habibie Tentang Rahasia Orang Yahudi Terpintar di Kelasnya

Published

on

Cerita BJ Habibie Tentang Rahasia Orang Yahudi Terpintar di Kelasnya

SELAPOST.COM- Siapa yang tidak kenal dengan BJ. Habibie. BJ Habibie merupakan Presiden ke-3 Republik Indonesia. Bacharudin Jusuf Habibie pernah menempuh pendidikan di Rhenisch Westfälische Technische Hochschule, Aachen, Jerman. Dengan kecerdasan yang dimilikinya, BJ Habibie membuat pesawat pertama Indonesia yang bernama N250 Gatotkaca pada 1995.

Bersumber pada sebuah video kajian dari Ustaz Bachtiar Nasir, BJ Habibie memiliki sebuah pengalaman yang sangat menarik ketika dirinya menimba ilmu di Jerman. Jadi, ketika berkuliah di Jerman, BJ Habibie selalu mendapat ranking 3 di kelasnya, BJ Habibie kalah dengan 2 orang Yahudi yang selalu menempati ranking 1 dan 2.

Suatu hari, karena penasaran, BJ Habibie bertanya kepada 2 orang Yahudi tersebut mengenai rahasianya untuk bisa menjadi ranking 1 dan 2 terus. Namun, kedua orang Yahudi tersebut enggan memberitahukannya kepada BJ Habibie karena hal tersebut merupakan sebuah rahasia.

Sampai pada suatu hari, BJ Habibie diajak untuk menginap di rumah orang Yahudi tersebut. BJ Habibie kaget ketika mendapati kedua orang Yahudi tersebut sedang belajar, padahal waktu masih menunjuk pukul 2 malam. BJ Habibie pun menghampiri keduanya dan bertanya tentang buku apa yang sedang dibacanya.

BJ Habibie sangat kaget ketika melihat ternyata yang sedang dibaca kedua orang tersebut adalah Al-Qur'an. "Ini kan Al-Qur'an, kitab suci agama saya, kenapa kamu baca ini?" tanya BJ Habibie.

Orang yahudi tersebut menjawabnya, "Rudy..seandainya umatmu membaca Al-Qur'an dan menaruh perhatian lebih kepadanya, maka mereka tidak akan bisa dikalahkan. Inilah kunci kesuksesan umat Islam yang telah ditinggalkan umatnya sendiri."

Sontak BJ Habibie pun termenung memikirkan perkataan dari orang Yahudi tersebut. Setelah hari itu, setiap malam BJ Habibie selalu rutin bangun, bersuci, menjalankan salat tahajud, dan membaca Al-Qur'an.

Berdasarkan kisah dan pengalaman yang dimiliki BJ Habibie tersebut, dapat kita ambil beberapa kesimpulan. Pertama, bagaimana bisa seorang Yahudi dapat menyadari terlebih dahulu khasiat dan keutamaan membaca Al-Qur'an, sedangkan kita sebagai umat muslim terkadang masih enggan untuk menyempatkan waktu untuk membacanya.

Selain itu, berdasarkan pengalaman dari BJ Habibie di atas, dapat kita ambil asumsi bahwa membaca Al-Qur'an akan mendatangkan ketenangan bagi pembacanya serta meningkatkan tingkat konsentrasi dalam menghadapi aktivitas sehari-hari.