Soal Penghargaan Nagan Raya Dan Andai Keberhasilan Diukur Layaknya Pemain Bola
Oleh : Agam Krung Tadu*
Saya memaklumi jika di dunia dewasa ini penghargaan bisa dengan mudah didapat. Kenapa? Ya karena penghargaan terlalu mudah dibuat. Saya atau anda bisa mendirikan sebuah lembaga, yayasan atau semacamnya yang kemudian memberi penilaian yang berujung reward. Apa saya tidak setuju? 100 persen saya setuju.
Lalu kemudian kita lihat lagi pemberi reward perusahaan atau bukan? Kalau perusahaan logika timbangannya untung rugi atau tidak?
Sayangnya saya tak tertarik menyoal tentang kepentingan pemberi reward. Saya lebih cenderung melihat gegap gepita pendukung soal penghargaan. Satu sisi saya apresiasi pada Pemda. Sebab aplikasi yang diberikan kementerian benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Soal ini saya akui Nagan lebih baik. Tapi soal dana desa yang "makjleb" itu tak semudah dibayangkan orang. Kalau kita mau evaluasi, salah disana sini pasti terjadi. Tapi lagi-lagi, makhluk mana yang tak salah.
Persoalan inti yang ingin saya singgung adalah gegap gepitanya soal reward untuk Nagan. Padahal penghargaan itu sama sekali tidak menggambarkan perubahan yang dimaksud dalam 15 "orak onong isi" saat kampanye. Jikapun ada, itu hanya bumbu. Soal transparansi Nagan kelihatan sangat terbuka, tapi apa anda yakin soal ini? Saya tidak!
Andai kerja Pemerintah bisa diukur layaknya keberhasilan seorang pemain bola saja, mungkin kita akan sadar kalau kita tidak kemana-mana. Kita belum apa-apa. Atau mungkin kita malah terlihat maju selangkah padahal sedang melompat ke belakang beberapa langkah. Apa yang mau dibanggakan dari kepemimpinan sekarang? Dari 15 janji yang dijanjikan, yang mana yang benar-benar sudah tembus ke gawang dan di akui wasit publik??
Andai kinerja pemerintah bisa diukur layaknya mengukur pogres seorang pemain bola, belum ada satu gol pun yang tercipta. Makanya saya selalu sampaikan, anda janji berikan pada orang es cendol lalu anda ganti dengan Aqua gelas, itu tak akan pernah disebut anda sudah memberikan cendol. 15 visi misi tak bisa diganti dengan penghargaan, dimana janji-janji dulu tak dinikmati oleh masyarakat, maka anda sudah hanti Cendol dengan Aqua gelas.
*Penulis Adalah Pemerhati Sosial Dan Politik