PILKADA 2022,JAUHI PANDANGAN PRAGMATISME.KEMANA ARAH KAUM INTELEKTUAL.?
SELAPOST.COM|OPINI-Berbicara masalah politik dan kekuasaan tentu saja tidak akan akan jauh jauh pembicaraannya dengan mahasiswa. Kenapa demikian? Karena Mahasiswa adalah salah satu agen perubahan sosial, yang menjembatani antara masyarakat dan pemerintah. Mahasiwa dapat mengadvokasi aspirasi rakyat yang tidak terdengar oleh pemerintah.
Begitu juga sebaliknya mahasiswa juga dapat mengambil bagian untuk pencerdasan masyarakat dengan menjelaskan apa saja kebijakan pemerintah yang sudah dijalankan sehingga berdampak untuk masyarakat itu sendiri baik secara langsung maupun tidak langsung,lalu bagaimanakah sikap mahasiswa saat pilkada sedang berlangsung disebuah daerah..?
Jika kita melihat pengalaman yang sudah sudah. Kebanyakan mahasiswa saat pilkada hanya sebagai penonton, meski ada juga mahasiswa yang berkecimpung langsung dalam proses kampanye atau pemenangan salah satu kandidat yang dijagokan. Namun semuanya hanya bersifat partisan (pengikut) yaitu sekedar mengumpulkan massa pemilih demi keuntungan sesaat (pragmatis), demi mendapatkan uang.
Fenomena demikian, merupakan kritik kita kepada mahasiswa. Agar mahasiswa kedepannya menjadi sosok yang idealis (bermartabat) saat menghadapi situasi politik seperti pilkada. Mahasiswa harus mampu membaca persoalan sosial masyarakat sebelum pilkada berlangsung.
Kemudian mengidentifikasi dan memperkirakan sosok kandidat calon kepala daerah yang mampu menyelesaikan persoalan persoalan tersebut. Harus mampu meilah dan memilih siapa kira kira kandidat yang memiliki jiwa negarawan,memiliki pengetahuan dan yang paling penting adalah yang jujur sekaligus konsisten dalam berkontribusi kepada masyarakat.
Maka dengan demikian, masyarakat yang berlatar belakang berbeda beda, dan pengetahuan yang berbeda beda akan terbantukan dalam menentukan sosok pemimpin yang akan membawa perubahan dan kemajuan pada mereka. Dan yang pasti bukan pemimpin yang hanya menebar janji-janji palsu tapi semuanya hanyalah kemunafikan belaka.
Ayok mahasiswa kalo bukan kalian siapa lagi, kalo tidak sekarang kapan lagi... hehe (INK)